Tuesday, March 24, 2015

Monday, December 22, 2014

Entah ini hari keberapa sejak kita terakhir bertemu, Namun terasa seperti selamanya. Sedangkan waktu bersama kamu, seperti durasi selamanya dibagi selamanya lalu diakarkan dengan selamanya. Lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan seokor Hummingbird untuk melancarkan satu kepakan sayap.


Menunggu yang tidak pasti itu melelahkan. Tapi menghadapi dunia yang tidak menentu, denganmu aku ingin terkejut bersama.

Aku terlalu takut kehilangan. Namun kamu meyakinkan, bahwa yang bersama kita saat ini adalah yang dianugerahkan.

Aku bersikeras masa depan bisa direncanakan. Kamu mengingatkanku takdir tak bisa dielakkan. 

Kamu bilang, waktu paling berharga adalah saat ini. Maka bagiku, kamulah yang paling berharga, karena masih bersamaku sampai kini. 

Terima kasih sudah mengajarkanku bahwa mencinta itu berarti juga mengingatkan. Tetaplah saling menggenggam. Dan sekali lagi, mari kita terkejut bersama, menghadapi dunia yang tidak menentu akhirnya… 

Terima kasih sudah menyajikan rasa yang begitu nyaman.

Monday, December 8, 2014

Akhir Long Road

Dikarenakan pemilik blog ini melakukan pergantian laptop, data-data #LongRoad masih ada di laptop lama dan tidak dipindah ke laptop yang baru. Sehingga #LongRoad sepertinya harus diakhiri 1 post lebih cepat dari yang seharusnya.


Endingnya sih, aku di Universitas Brawijaya. Salah satu kampus di Kota Malang. Sudah hampir 1,5 tahun berhabitat di kampus ini. 



Monday, June 2, 2014

Long Road #12 : UMB-PT

UMB-PT (Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi). UMB-PT ini kalau aku bilang mini SBMPTN. Kenapa? Soalnya beda sama ujian mandiri lain, UMB-PT bukan hanya diadakan oleh satu universitas. Ada 13 PTN yang ikut, dan 6 PTS. Ini dia 19 Perguruan Tinggi yang "ikut" UMB-PT.


Daftar PTN :

  1. Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh
  2. Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Lhokseumawe
  3. Universitas negeri Medan (UNIMED) Medan
  4. Universitas Sumatera Utara (USU) Medan
  5. Universitas Jambi (UNJA) Jambi
  6. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta
  7. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto
  8. Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang
  9. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
  10. Universitas Palangka Raya
  11. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten
  12. Universitas Boeneo Tarakan (UBT)
  13. Universitas terbuka (UT)

Daftar PTS : 

  1. Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)
  2. Universitas Pancasila (UP)
  3. Universitas Bakrie (UB)
  4. Institus Teknologi Indonesia (ITI)
  5. Universitas Gunadarma (UG)
  6. Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS)

Itu dia 19 Perguruan Tinggi yang bisa dipilih ketika mengikuti UMB-PT. Setelah nulis ini, aku bingung apalagi yang mau di-share. Setelah buka-buka data cari kuliah, eh softcopy data UMB-PT masih ada, yauda aku share. Monggo dilihat, ini bukti pra registrasi tahun 2013.



Nah, setelah bayar sejumlah itu di ATM atau Teller, baru bisa dapet kartu peserta. Oh iya, biayanya belum tentu segitu. Ada beberapa pilihan biaya sesuai dengan fasilitas yang didapat (kayak hotel aja wkwk). Itu aku segitu soalnya ambil 5 pilihan jurusan. Ada yang 3, 5, sama 7 jurusan. Biaya masing-masing beda. Kenapa aku ambil 5? Simply because 5 yang di tengah. Coba pilihannya 3, 4, 5. Pasti milihnya 4 hahaha.



Nah, waktu hari H itu, aku berangkat sendiri dari Gresik naik motor. Iyalah, secara Surabaya sebelahan sama Gresik. Berangkat dari rumah jam 6. Perjalanan 1 jam, sampe di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sekitar jam 7. Masih ada 1 jam, lumayan buat melepas lelah perjalanan sambil cuci mata hahahahahahahaha.


Tesnya ya gitu-gitu aja sih. 90 menit buat ngerjain Tes Nalar Sains. 120 menit untuk tes Nalar matematika dan Bahasa. Soalnya nggak jauh beda dari yang lain. Jujur nggak ada yang spesial sih waktu tes ini. Berangkat, ngerjain, pulang -.-


Setelah nunggu, akhirnya pengumuman itu datang juga. Ternyata aku keterima. Bukan pilihan satu atau pilihan dua, tapi pilihan lima (Teknik informatika Unsoed) hahaha. Tetep bersyukur sih. lagian juga informatika sebenernya inceran utama. Jadi sampai momen ini, aku diterima di 2 PTN. Antara UB dan Unsoed....

Friday, March 21, 2014

Long Road #11 : Selma UB


Gak kerasa Long Road ini udah sampe #11. Cerita disini juga kesekian kalinya aku mencoba mendapatkan satu bangku kuliah.Selma UB ini udah termasuk PTN yang terakhir dalam ngadain ujian mandiri, dan aku belum diterima dimana-mana saat itu. Gak banyak kesempatan tersisa. Aku nggak sendiri, ada 3 anak VECTOR (cowok semua) yang juga belum dapet kuliah. Kita bareng-bareng ikut Selma UB ini.


Seingatku, tes Selma UB ini mulai jam 7 pagi. Dengan keadaan rumah di Gresik, kayaknya berat kalo mesti berangkat hari H. Kita berempat (aku sama 3 lainnya) rundingan masalah ini. Ternyata ada yang punya saudara di Malang. Okedeh, kita berangkat H-1 dan nginep semalam di rumah saudaranya Faisal, VECTOR #5.


H-1. Kita kumpul di rumah Faisal habis maghrib, setelah itu langsung berangkat. Kita berempat diantar sama Steve Jobs. Hahaha, jelas bukan Steve Jobs asli. Ini sebutan dari Novan, VECTOR #16 ke ayahnya Faisal. Ya karena mirip aja sih sama mendiang pendiri Apple itu. 


Udah deh, balik ke cerita. Sebenernya nggak banyak yang bisa diceritakan. Perjalanan standar dari gresik menuju Malang. Jadi ya, aku banyak tidur hahaha. Oh iya, kita berangkatnya agak molor, sekitar jam 8-9 gitu. Karena molor, sampainya disana juga lebih larut. Jam 1--an kalo gak salah. Sampai rumahnya, langsung pada tidur.


Nah, besoknya kita agak molor lagi (perasaan kok molor terus -_-). Kita baru berangkat jam setengah 7, sedangkan tesnya mulai jam 7. Jaraknya juga nggak deket-deket amat. Ditambah saat itu kota Malang diserbu ribuan peserta tes Selma UB. Bisa kebayang deh macetnya gimana. Dan kita sampau kampus UB jam 7 kurang dikit. Setelah masuk gerbang, kita tanya kira-kira lokasi ujian di papanya faisal, kebetulan beliau juga lulusan UB. Dan kita semua mutusin buat jalan kaki ke ruang ujian. Kelamaan juga kalo mesti naik mobil. 


Sampai ruangan, peserta lain udah mulai masuk ruangan. Setelah basa-basi formalitas sebelum tes, soal pun dibagi. Ada sekitar 120 soal disitu. Sedikit beda dengan tes-tes lain, Selma UB hanya ada 1 sesi. Jadi kita ngerjakan 120 soal, diberi waktu selama 3 jam, 07:00 - 10:00 WIB. Bedanya lagi, Selma UB 2013 nggak ada sistem pengurangan nilai untuk jawaban yang salah. Jadi kalau nggak bisa, yauda isi aja terserah sambil berharap keberuntungan hahaha.


Setelah selesai, yaudah langsung pulang. Setelah nunggu, akhirnya sampai di hari H pengumuman. Di titik ini, entah kenapa aku nggak ada beban buat buka pengumuman di web. Mungkin udah terlalu sering ditolak universitas kali ya haha. Akhirnya sore itu aku buka pengumuman di web pengumuman.ub.ac.id, terpampanglah sebuah hasil.


Untuk pertama kalinya selama cari kuliah, webnya ngasih selamat, bukan minta maaf. Untuk pertama kalinya juga, ada tulisan warna ijo, bukan lagi abu-abu atau merah. Gemeter aku pertama lihat itu. Antara percaya dan tidak, aku refresh lagi halamannya, dan ternyata nggak ada perubahan. Aku panggil orang tua. Begitu mama tau, beliau langsung sujud syukur di sebelah laptop :') Bahagia. Satu kata yang bisa mewakili perasaan saat itu. Bukan hanya karena dapat kuliah, tapi juga bisa melihat orang tua bahagia. 


Sampai aku nulis inipun, perasaan saat itu masih kerasa. Perasaan bahagia sekaligus lega yang sepertinya hanya terjadi sekali. Buat yang sudah pernah mengalami, bisa mengingat kembali bagaimana perasaan ketika mendapatkan kuliah dulu. Untuk yang masih sekolah, kelak kalian pasti merasakan gimana senengnya dapet kuliah. Besar kecilnya perasaan itu tergantung seberapa besar usaha kalian.


"Semakin sulit perjuangannya, semakin besar kemenangannya." - Thomas Paine